Netrawarga.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah Trenggalek pada Minggu (15/12) malam, menyebabkan tiga kecamatan terdampak banjir.
Hujan yang berlangsung sejak selepas Maghrib hingga tengah malam tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas publik lumpuh dan warga terpaksa mengungsi.
Kepala BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa banjir melanda tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Trenggalek, Karangan, dan Pogalan.
“Saat ini sejumlah wilayah masih tergenang air setinggi lutut orang dewasa,” jelasnya.
Dapur Umum Dibangun untuk Bantu Warga Terdampak
Dinas Sosial Trenggalek telah mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Banyak perabotan warga yang terendam banjir. Dapur umum ini akan membantu memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Triadi.
Kelurahan Kelutan Terdampak Paling Parah
Kelurahan Kelutan menjadi wilayah dengan dampak terberat, dengan ketinggian air mencapai 70 cm hingga 1,5 meter.
Lurah Kelutan, Pamuji Rochmad, menyebut bahwa 2.200 warganya terdampak. “Banjir ini juga mengakibatkan terganggunya pelayanan publik di Kelurahan Kelutan,” paparnya.
Setidaknya, satu puskesmas pembantu (Pustu), dua sekolah dasar, dua pondok pesantren, dan kantor pelayanan desa tidak dapat beroperasi akibat banjir.
Penyebab Utama: Tanggul Sungai Ngasinan Jebol
Kerusakan tanggul Sungai Ngasinan menjadi salah satu penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
“Tanggul Sungai Ngasinan jebol setelah diterjang hujan deras. Banjir akan surut jika debit sungai kembali turun, karena elevasi antara daratan dan sungai mencapai 2 meter,” terang Pamuji.
Upaya Penanganan dan Imbauan Pemerintah
BPBD Trenggalek bersama instansi terkait terus melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pemantauan kondisi sungai dan pendistribusian bantuan kepada warga terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih tinggi di wilayah Trenggalek.
“Kami terus memonitor kondisi dan mengupayakan langkah terbaik untuk meminimalkan dampak banjir, serta memastikan kebutuhan warga terpenuhi,” tutup Triadi.***












