Netrawarga.com – Hujan deras yang melanda Kabupaten Trenggalek pada Minggu (15/12) memicu bencana longsor di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa longsor dan tanah gerak mengakibatkan dampak signifikan di berbagai wilayah, termasuk kerusakan rumah, fasilitas umum, dan kecelakaan.
Tanah Gerak di Kecamatan Suruh
Di Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, tanah gerak menyebabkan tujuh rumah terdampak dan memaksa 18 jiwa mengungsi sementara ke tempat aman.
“Kami terus memantau kondisi tanah di sana untuk memastikan keselamatan warga,” ujar St Triadi.
Longsor di Kecamatan Karangan dan Kampak
Longsor juga terjadi di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, yang merusak akses jalan menuju rumah warga, mushola, dan kandang kambing.
Di Kedung Gamping, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, batuan longsor menutup jalan raya dan menyebabkan kecelakaan.
“Seorang pengendara menabrak batu longsor dan mengalami patah tulang paha. Kami mengimbau warga berhati-hati saat melintasi area rawan longsor,” tambahnya.
Kerusakan di Kecamatan Watulimo dan Suruh
Di Kecamatan Watulimo, longsor di Dusun Ketah, Desa Pakel, menimpa dapur rumah warga. Pembersihan material terus dilakukan menggunakan alat berat.
Sementara itu, di Dusun Gandu, Desa Gamping, Kecamatan Suruh, TPT yang longsor menimpa tiang listrik dan pohon besar hingga merusak dapur rumah warga. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Tebing Longsor di Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo
Tebing longsor juga dilaporkan di Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 17, Desa Nglingis, Kecamatan Tugu.
Material longsor yang menutup jalan tengah dibersihkan menggunakan alat berat untuk memulihkan akses lalu lintas.
Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, perangkat desa, dan masyarakat setempat melakukan kerja bakti di lokasi bencana.
“Kami terus mengupayakan penanganan secepat mungkin,” jelas St Triadi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim hujan, yang diperkirakan berlangsung hingga Januari 2025.
“Selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan deras, serta segera melapor jika terjadi longsor susulan,” pungkasnya.***












