Hukum  

Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 untuk Tertib Lalu Lintas Jelang Ramadan

Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 untuk Tertib Lalu Lintas Jelang Ramadan
Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2025 untuk Tertib Lalu Lintas Jelang Ramadan

Netarwarga.com – Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek resmi menggelar Operasi Kewilayahan Keselamatan Semeru 2025 mulai hari ini. Operasi yang berfokus pada bidang lalu lintas ini dilaksanakan dalam rangka kesiapan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 H/2025.

Pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru ditandai dengan penyematan pita operasi oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dukarta, bersama Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, dalam apel gelar pasukan di halaman Mapolres Trenggalek, Senin (10/12). Apel tersebut diikuti oleh personel TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Dalam amanatnya, AKBP Indra mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

WHO mencatat bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian terbesar ketiga setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis (TBC).

Sementara itu, Ditlantas Polda Jatim melaporkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 12,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan angka korban meninggal dunia turun 9,66 persen. “Ini menunjukkan tren yang positif,” ujar AKBP Indra.

Fokus Operasi Keselamatan Semeru 2025

Fokus Operasi Keselamatan Semeru 2025

Kapolres menuturkan bahwa kerawanan lalu lintas dipicu oleh berbagai faktor, seperti rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, pelanggaran aturan, berkendara ugal-ugalan, penggunaan telepon seluler saat mengemudi, serta kurangnya toleransi terhadap pengguna jalan lainnya.

Guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polda Jatim beserta jajaran yang didukung oleh instansi terkait melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2025 selama 14 hari, terhitung mulai 10 hingga 23 Februari 2025.

“Operasi ini mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis guna mengurangi pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” jelasnya.

Beberapa sasaran prioritas Operasi Keselamatan Semeru ini meliputi:

  • Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI
  • Pengendara roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman
  • Pengendara di bawah umur
  • Penggunaan telepon genggam saat berkendara
  • Penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong)
  • Pengemudi dalam pengaruh alkohol
  • Pelanggaran batas kecepatan
  • Pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang
  • Pengendara yang melawan arus dan menerobos lampu merah

Kapolres menekankan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, khususnya kaum milenial, serta mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang edukatif dan humanis.

“Seluruh personel harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap menjaga kewaspadaan, dan menghindari pelanggaran selama operasi berlangsung,” tegasnya.

Personel dan Lokasi Operasi

Personel dan Lokasi Operasi

Operasi Keselamatan Semeru melibatkan sedikitnya 80 personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian, yang terbagi dalam lima satuan tugas (Satgas), yaitu Satgas Deteksi, Preemtif, Preventif, Gakkum (Penegakan Hukum), dan Banops (Bantuan Operasi). Sementara itu, personel dari Polsek jajaran akan melaksanakan operasi imbangan agar hasil yang dicapai lebih optimal.

Sejumlah lokasi yang menjadi fokus Operasi Keselamatan Semeru meliputi kawasan keramaian dan objek vital, seperti lokasi wisata, pusat perbelanjaan, tempat naik-turun penumpang, serta wilayah perbatasan kabupaten. Selain itu, titik rawan pelanggaran lalu lintas di jalur lingkar kota, Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), dan Alun-Alun Trenggalek juga menjadi prioritas.

Sementara itu, beberapa titik rawan kecelakaan atau black spot yang menjadi perhatian utama berada di sepanjang jalan raya Trenggalek-Tulungagung, tepatnya di Desa Kamulan dan Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi.

Pembagian Helm SNI dan Edukasi Keselamatan

Pembagian Helm SNI dan Edukasi Keselamatan

Sebagai bentuk edukasi keselamatan berlalu lintas, Polres Trenggalek juga membagikan puluhan helm berstandar SNI kepada pengguna jalan yang melintas di depan Mapolres Trenggalek.

Helm gratis ini tidak hanya diberikan kepada orang dewasa tetapi juga kepada anak-anak sebagai bagian dari kampanye keselamatan sejak dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto; Kasatpol PP, Habib Sholehudin; Plt. Kepala Dishub Trenggalek, Agus Dwi Karyanto; serta para pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Trenggalek.***