72 Desa di Trenggalek Rawan Kekeringan, BPBD Siagakan Tandon Air

72 Desa di Trenggalek Rawan Kekeringan, BPBD Siagakan Tandon Air
72 Desa di Trenggalek Rawan Kekeringan, BPBD Siagakan Tandon Air

NETRA WARGA – BPBD Kabupaten Trenggalek menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau basah yang masih berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, menegaskan pihaknya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI dan Polri, guna memastikan ketersediaan air tetap terjaga.

“Sebagaimana prakiraan BMKG memang sampai saat ini masih terjadi musim kemarau basah. Namun demikian pemerintah Kabupaten Trenggalek selalu koordinasi guna menganalisis ketersediaan,” ujar Triadi, Selasa (5/8/2025).

BPBD Provinsi Jawa Timur, lanjut Triadi, juga telah memberikan dukungan berupa logistik tandon air yang akan segera didistribusikan ke desa-desa terdampak.

Selain itu, ia mengimbau dinas teknis segera mengecek sarana irigasi dan mengoptimalkan aliran, terutama yang menunjang kebutuhan petani.

“Di samping itu beberapa tahun yang lalu sudah dioptimalkan seperti sumur bor. Ini di beberapa tempat tentunya, kurang lebih hampir 30-an sekian totalnya, dan itu bisa untuk menanggulangi kekeringan,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun lalu, sekitar 72 desa di 14 kecamatan masuk kategori terdampak kekeringan, dengan Kecamatan Panggul tercatat paling parah.

Untuk itu, BPBD menyiagakan personel serta mobilisasi logistik jika distribusi air bersih darurat diperlukan.

“Dan ini sudah kita upayakan paling tidak mensiagakan termasuk mobilisasi manakala nanti berkaitan dengan pengiriman logistik saat kekeringan,” tambah Triadi.

Meski begitu, ia berharap tahun ini tidak ada permintaan distribusi air bersih.

Menurutnya, BMKG memprakirakan musim kemarau kali ini lebih pendek.

“Alhamdulillah semoga tidak terjadi permintaan untuk pengiriman pendistribusian air bersih,” pungkasnya.

Puncak musim kemarau, kata Triadi, diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus sesuai laporan cuaca dari BMKG. (Lia)