NETRA WARGA – Arik Sri Wahyuni kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Trenggalek periode 2025-2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hall Hayam Wuruk, Sabtu (30/8/2025).
Penetapan tersebut berlangsung secara aklamasi, mencerminkan kedewasaan berpolitik Partai Golkar dengan mengedepankan musyawarah mufakat.
Musda turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, yang menegaskan pentingnya ketulusan dan pikiran bersih dalam berpartai agar pengabdian kepada masyarakat bisa sejalan.
“Jadi, demokrasi itu ada dua pintu, aklamasi atau musyawarah mufakat serta one man one vote. Keduanya sah menurut UUD 1945. Jadi tidak boleh merendahkan salah satunya,” ujar Ali Mufthi.
Dorongan Soliditas dan Keterlibatan Generasi Muda
Ali Mufthi yang juga anggota DPR RI menekankan agar kepengurusan Golkar Trenggalek ke depan lebih solid dengan mengakomodasi generasi muda, gen Z, serta kader perempuan.
Ia menilai terpilihnya kembali Arik Sri Wahyuni merupakan hasil dukungan penuh dari kader Golkar setempat.
“Artinya, ia (Arik) semakin bisa ngayomi kader serta rakyat Trenggalek dengan berkolaborasi bersama Bupati,” imbuhnya.
Arik Targetkan 11 Kursi di DPRD Trenggalek
Usai terpilih, Arik Sri Wahyuni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Golkar Trenggalek.
Ia menegaskan akan menargetkan peningkatan jumlah kursi di DPRD Trenggalek pada Pemilu 2029.
“Insyaallah dengan dukungan Pak Ali Mufthi dan Ibu Atika Banowati, target penambahan kursi bisa tercapai. Kalau bisa sampai 11 kursi,” tegasnya.
Terkait susunan pengurus baru, Arik menyebut masih menunggu hasil tim formatur.
Namun, ia memastikan akan mengakomodasi keterlibatan generasi muda dan perempuan.
“Pesan dari Ketua DPD Jatim, kalau bisa 50 persen pengurus berasal dari anak muda. Itu juga akan kita laksanakan,” katanya.
Peluang Maju Sendiri di Pilkada 2029
Lebih jauh, Arik juga membuka peluang bagi Partai Golkar untuk maju sendiri dalam Pilkada 2029 jika target perolehan kursi tercapai.
“Semua serba mungkin. Kalau target kursi tercapai, kenapa tidak kita berangkat sendiri,” pungkasnya.







