Netrawarga.com – Praktik perjudian masih menjadi salah satu penyebab perceraian di Kabupaten Trenggalek, meski jumlahnya tidak sebesar faktor ekonomi atau perselisihan yang berkepanjangan.
Sepanjang tahun 2023, tercatat delapan kasus pasangan yang memilih pisah akibat judi, sementara pada 2024 jumlahnya menurun menjadi lima kasus.
Menariknya, mayoritas pasangan yang memilih untuk berpisah akibat judi berasal dari kalangan wiraswasta.
Humas Pengadilan Agama (PA) Trenggalek, Ahmad Turmudi, menyebut bahwa faktor utama pasangan berpisah di wilayahnya tetap didominasi oleh persoalan ekonomi.
Namun, keterlibatan salah satu pasangan dalam perjudian—baik judi konvensional maupun daring—turut memperburuk kondisi rumah tangga dan berujung pada perpisahan.
“Memang yang paling banyak karena faktor ekonomi, tapi ada juga yang dipicu oleh judi. Meskipun jumlahnya kecil, dampaknya cukup besar bagi pasangan yang mengalaminya,” ujarnya.
Dari data Pengadilan Agama Trenggalek, kasus pasangan cerai akibat judi memang menurun dalam setahun terakhir.
Faktor Ekonomi Dominasi Perceraian

Namun, faktor ekonomi justru mengalami peningkatan. Pada 2023, dari total 2.063 perkara perceraian yang masuk, sebanyak 691 kasus dipicu oleh kesulitan ekonomi.
Sementara itu, pada 2024, jumlah perceraian mencapai 1.984 kasus, dengan 822 di antaranya akibat faktor ekonomi.
“Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian, bahkan jumlahnya naik dibandingkan tahun lalu,” imbuh Turmudi.
Perselisihan Turut Sebabkan Perceraian

Selain judi dan ekonomi, perselisihan berkepanjangan juga menjadi pemicu perpisahan pasangan di Trenggalek.
Banyak pasangan yang tidak menemukan titik temu dalam konflik rumah tangga, sehingga memilih untuk berpisah.
Tingginya angka pasangan yang memilih pisah di Trenggalek menunjukkan perlunya langkah preventif.
Pemerintah daerah serta lembaga terkait diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan dampak negatif perjudian.
Dengan upaya ini, pasangan suami istri diharapkan lebih siap menghadapi tantangan rumah tangga tanpa harus berakhir di meja hijau.***








