Partisipasi Pemilih Menurun, Bawaslu Kritik Sosialisasi dan Inovasi KPU

Partisipasi Pemilih Menurun, Bawaslu Kritik Sosialisasi dan Inovasi KPU
Partisipasi Pemilih Menurun, Bawaslu Kritik Sosialisasi dan Inovasi KPU

Netrawarga.com – Rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilbup Trenggalek 2024 menjadi perhatian serius Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Data sementara menunjukkan angka partisipasi hanya mencapai 62,5 persen, jauh di bawah target Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mematok 75 persen.

Imam Maskur, Komisioner Bawaslu Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi ini adalah kurangnya sosialisasi yang efektif dari KPU.

“Meski telah dilakukan sosialisasi, sayangnya hasilnya kurang mengena sehingga tingkat kehadiran di TPS menurun signifikan,” jelas Maskur, Kamis (28/11/2024).

Bawaslu juga mencatat lemahnya penyampaian informasi tata cara memilih yang benar, yang turut menyumbang tingginya angka suara tidak sah.

Sosialisasi yang dilakukan KPU dinilai hanya menyasar kelompok tertentu, sehingga kurang menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput seperti RT dan RW.

Maskur menyoroti pula minimnya inovasi yang dilakukan KPU untuk menarik masyarakat datang ke TPS.

“Masyarakat saat ini membutuhkan rangsangan, misalnya undian berhadiah bagi pemilih yang memberikan suaranya,” terangnya.

Menurut Bawaslu, inovasi semacam ini penting mengingat masyarakat membutuhkan dorongan agar lebih aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi.

Hingga saat ini, dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 591.840, hanya 370.128 suara yang tercatat, termasuk suara sah dan tidak sah.***