NETRA WARGA – Tingginya curah hujan di Kabupaten Trenggalek berdampak pada meningkatnya serapan pupuk subsidi oleh petani setempat.
Kondisi tersebut membuat petani bisa menanam padi hingga tiga sampai empat kali dalam setahun.
Hal ini tentu saja berbeda jauh jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya dua kali.
Serapan Pupuk Subsidi Capai 61 Persen
Analis Prasarana Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Sadriyati, menyampaikan serapan pupuk subsidi per September 2025 telah mencapai 61 persen.
“Yang tinggi serapannya adalah urea dan NPK, sedangkan NPK formula dan pupuk organik masih rendah,” ujarnya Sadriyati.
Menurut Sadriyati, rendahnya serapan NPK formula disebabkan pupuk ini diperuntukkan bagi komoditas tertentu seperti kakao dan hanya digunakan di tiga kecamatan dengan kandungan karbon rendah.
Sementara itu, serapan pupuk organik rendah lantaran banyak petani sudah mampu membuat pupuk organik sendiri.
Pada tahun 2025, Kabupaten Trenggalek mendapatkan alokasi pupuk subsidi sebesar 29.288 ton.
Angka tersebut naik sekitar 4 ribu ton dibandingkan tahun 2024 yang hanya 25.292 ton.
“Misalnya saja urea dibandingkan dengan tahun lalu lebih banyak 864 ton, lalu NPK lebih banyak 1.504 ton,” tambah Sadriyati.
Targetkan Lampaui Capaian Tahun Sebelumnya
Sadriyati menargetkan serapan pupuk subsidi bisa mencapai 90 persen pada Oktober dan bahkan melampaui capaian tahun lalu yang sebesar 94 persen.
“Untuk daerah timur terutama Kecamatan Durenan dan Pogalan, saat ini baru saja selesai tanam dan ada juga yang baru mulai tanam, sehingga setelah ini serapan akan tinggi,” jelas Sadriyati.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tingginya alokasi pupuk subsidi tahun ini tidak lepas dari keberhasilan serapan tahun sebelumnya serta adanya tambahan anggaran dari pemerintah pusat.
“Realisasi alokasi kita dari perencanaan sangat tinggi, misalnya saja urea mencapai 94 persen dan NPK 70 persen serta NPK formula 82 persen,” pungkas Sadriyati.












