Netrawarga.com – Bencana banjir yang baru-baru ini melanda beberapa wilayah di Kabupaten Trenggalek mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat.
Selain merusak pemukiman warga di sekitar bantaran sungai, banjir ini juga memberikan dampak serius terhadap akses jalan utama yang mempengaruhi mobilitas sehari-hari.
Mengingat curah hujan yang sangat tinggi bulan ini, DPC GMNI Trenggalek menegaskan bahwa bencana ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kami menilai bahwa langkah strategis harus segera diambil untuk mencegah agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sebagai kader GMNI, kami juga mengusulkan solusi konkret berupa pengerukan anak sungai di wilayah-wilayah rawan banjir.
Kami mengingatkan bahwa pemerintah harus memiliki kemampuan yang memadai untuk menangani bencana, yang mencakup perencanaan yang matang, koordinasi respons bencana yang cepat, kebijakan rekonstruksi pascabencana, dan pengelolaan masalah populasi di daerah terdampak.
Dalam pandangan kami, respons yang cepat dari pemerintah lokal sangat penting dalam meminimalkan korban dan mengoptimalkan kemampuan komunitas untuk menghadapi bencana.
Menurut Kami, pemerintah daerah harus dapat mengidentifikasi dengan tepat titik-titik rawan bencana di Kabupaten Trenggalek, yang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya.
Mengingat hal ini, GMNI mendesak agar penanganan bencana banjir ini benar-benar dioptimalkan untuk mengurangi dampaknya.
Selain itu, kami juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah mereka dengan cara gotong royong.
Sampah yang menumpuk di sekitar pemukiman bisa memperburuk situasi banjir, sehingga partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya penumpukan sampah yang memperburuk kondisi tersebut.
Kami juga menekankan bahwa berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, pemerintah merupakan pihak utama yang harus merespons bencana alam secara cepat, terutama di wilayah yang terdampak langsung.
Hal ini sejalan dengan upaya pengujian kebijakan, praktik, dan profesionalitas manajemen tanggap darurat yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah lokal.
Upaya ini difokuskan pada pemerintah daerah sebagai level pertama dalam penanganan bencana. Pemerintah juga harus memastikan bahwa respons tanggap daruratnya efektif untuk mengurangi jumlah korban dan membantu komunitas memulihkan diri dengan lebih cepat.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang tepat agar dampak dari bencana banjir dapat diminimalkan, serta untuk menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan.***
Penulis: Genta Aditya Pranayan
Editor: Meilia W












