Bakal Pemimpin Trenggalek Wajib Berikan Perlindungan Perempuan dan Anak

Bakal Pemimpin Trenggalek Wajib Berikan Perlindungan Perempuan dan Anak

Netrawarga.com- Menjelang Pilkada Trenggalek 2024, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Trenggalek menekankan pentingnya pemimpin yang mampu mendukung status Trenggalek sebagai Kabupaten Ramah Anak.

Wakil Ketua Bidang Sarinah, Mamik Wahyuning Tyas, menyatakan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak harus menjadi prioritas utama dalam pengambilan kebijakan di Trenggalek.

“Kami berharap Pilkada tahun ini melahirkan pemimpin yang peduli terhadap harapan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, khususnya untuk perempuan dan anak. Hal ini sangat penting bagi Trenggalek yang sudah memiliki predikat Kabupaten Ramah Anak,” ujar Mamik, Selasa (19/11/2024).

Ia menyoroti bahwa tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai lingkungan, termasuk pendidikan, masih menjadi tantangan besar.

Padahal, status Kabupaten Ramah Anak seharusnya diiringi dengan kebijakan yang memperkuat perlindungan dan keadilan bagi kelompok rentan ini.

“Kabupaten Trenggalek membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk memerangi kekerasan terhadap anak dan perempuan. Komitmen itu harus diwujudkan dalam langkah nyata seperti pencegahan, perlindungan saksi dan korban, peradilan ramah anak, serta memastikan kehidupan yang aman untuk semua,” tegasnya.

Mamik menjelaskan bahwa isu kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga kerap kali tidak mendapatkan perhatian yang memadai dalam kebijakan daerah.

Padahal, hal ini bertentangan dengan status Kabupaten Ramah Anak yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warganya, terutama anak-anak.

“Perlindungan perempuan dan anak seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah. Kami, khususnya para Sarinah DPC GMNI Trenggalek, ingin memastikan pemimpin mendatang benar-benar mampu mewujudkan kebijakan yang memberikan keamanan dan keadilan, agar masyarakat tidak lagi hidup dalam ketakutan,” tandas Mamik.***