NETRA WARGA | Trenggalek- Dulunya terminal adalah pusat aktivitas masyarakat yang mencari transportasi umum untuk bepergian.
Namun, kini terminal di berbagai daerah, termasuk di Trenggalek, mengalami penurunan jumlah penumpang.
Faktor utama yang menyebabkan perubahan ini adalah meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi, yang lebih praktis dan fleksibel dibandingkan angkutan umum.
Meski mengalami penurunan pengunjung, terminal-terminal di Trenggalek tetap berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kasi Terminal dan Pemaduan Moda Dinas Perhubungan Trenggalek, Fatchur Purwosasmito, mengonfirmasi bahwa target PAD dari sektor terminal pada 2024 sudah hampir tercapai.
“Hingga saat ini sudah mencapai 90 persen. Kami optimis di akhir tahun target akan terpenuhi,” ujarnya.
Dinas Perhubungan menargetkan PAD dari terminal sebesar Rp 114 juta pada 2024, naik Rp 10 juta dari target tahun sebelumnya.
Menariknya, capaian PAD tahun lalu bahkan melebihi target dan mencapai Rp 127 juta.
Tiga terminal utama dengan kontribusi PAD tertinggi adalah Terminal Kampak, Terminal Pule, dan Terminal Panggul.
“Ketiganya menjadi titik pertemuan strategis bagi pedagang lintas daerah, yang turut mendongkrak pendapatan terminal,” ungkap Fatchur.
Berdasarkan data dari Dishub Kabupaten Trenggalek, pada 2023 Terminal Kampak menyumbang PAD terbesar, yaitu Rp 32,46 juta, diikuti Terminal Pule dengan Rp 15,3 juta, dan Terminal Panggul dengan Rp 12,85 juta.
Hingga akhir Oktober 2024, tren ini berlanjut dengan Terminal Kampak mengumpulkan Rp 31,479 juta, Terminal Pule Rp 15,287 juta, dan Terminal Panggul Rp 13,907 juta.
Sementara Terminal Kota dan Terminal Durenan, meskipun kontribusinya lebih kecil, tetap menyumbang PAD dengan pendapatan Rp 8,447 juta dan Rp 3,686 juta. (Lia)












