Netrawarga.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus memantau ketersediaan pangan [stok beras] di tengah ancaman bencana dan potensi gagal panen yang mengintai di penghujung tahun ini.
Meski demikian, stok beras di wilayah ini dipastikan cukup hingga akhir tahun. Kepastian tersebut diperoleh usai inspeksi langsung ke Gudang Bulog Karangsoko, Pasar Basah, dan beberapa distributor sembako setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edy Soepriyanto, menyebut bahwa hasil tinjauan menunjukkan kondisi stok beras di Kota Alen-alen dalam keadaan aman.
Gudang Bulog Karangsoko menerima tambahan 900 ton beras pada Oktober lalu yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember.
“Syukurlah, setelah kami meninjau beberapa lokasi, dapat dipastikan stok pangan hingga akhir tahun tetap terjaga,” ungkapnya.
Pemkab juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pangan, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar.
Meski stok lokal dinilai aman, tren penurunan produksi beras nasional menjadi perhatian. Untuk itu, Pemkab berkomitmen memaksimalkan produksi beras lokal guna menjaga stabilitas pasokan. “Kami akan terus menggenjot produksi lokal agar ketersediaan beras tetap terjaga,” tambah Edy.
Di sisi lain, Kepala Gudang Bulog Trenggalek, Adi Sumasto Saputro, memastikan stok beras di gudang cukup untuk operasi pasar atau kegiatan lainnya.
Tambahan beras impor yang diterima sebelumnya juga memperkuat cadangan hingga penghujung tahun. “Selain stok beras impor, beras lokal di gudang juga siap digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat,” jelas Adi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, melaporkan bahwa target tanam padi di daerah ini telah mencapai 130 persen dari target awal seluas 1.668 hektar.
Peningkatan intensitas tanam (IP) hingga tiga kali setahun dilakukan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di tengah perubahan iklim. “Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan stok beras hingga akhir 2024,” terangnya. Melalui strategi yang terintegrasi, Pemkab Trenggalek optimis dapat menjaga ketersediaan pangan, stabilitas ekonomi, dan ketahanan pangan masyarakat meski menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim.***












