Pemkab Trenggalek Siapkan Tenaga Kerja Muda untuk Bekerja di Jepang dan Korea Selatan

Pemkab Trenggalek Siapkan Tenaga Kerja Muda untuk Bekerja di Jepang dan Korea Selatan
Pemkab Trenggalek Siapkan Tenaga Kerja Muda untuk Bekerja di Jepang dan Korea Selatan

Netrawarga.com – Jepang saat ini menghadapi krisis tenaga kerja akibat menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya populasi lanjut usia.

Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Pada Oktober 2024, jumlah pekerja asing di Jepang mencapai 2,05 juta orang atau tiga persen dari total tenaga kerja.

Sementara itu, hingga Januari 2025, tercatat sebanyak 121.507 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja di Jepang.

Kabupaten Trenggalek, yang menjadi salah satu daerah pengirim PMI terbesar ke-8 di Jawa Timur, melihat peluang ini sebagai kesempatan emas.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker), berkolaborasi dengan LPK Solusi Terampil Global, PT. Intersolusi Indonesia, BPR Jwalita, dan SMKN 2 Trenggalek untuk memfasilitasi masyarakat yang berminat bekerja di Jepang dan Korea Selatan.

Sosialisasi untuk Calon Pekerja

Heri Yulianto Disperinaker

Salah satu upaya kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, di Lapangan SMKN 2 Trenggalek.

Acara yang dihadiri oleh 2.020 wali murid ini bertujuan memberikan informasi dan motivasi terkait regulasi, persyaratan, keterampilan yang diperlukan, hingga fasilitas pembiayaan bagi calon pekerja.

Kepala Sekolah SMKN 2 Trenggalek, Masrur Hanafi, menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam mendorong putra-putrinya mengambil peluang ini.

“Kesempatan ini sudah di depan mata. Ada Pemkab melalui Dinas Perinaker untuk legalitas kerja, LPK yang menyiapkan soft skill, P3MI untuk penempatan, dan perbankan yang membantu pembiayaan. Ini peluang besar bagi SMKN yang melakukan revitalisasi, di mana 80 persen lulusannya harus terserap. Jadi, secepatnya kesempatan ini kita realisasikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perinaker Trenggalek, Heri Yulianto, menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jepang saat ini sangat tinggi dan menjadi peluang besar bagi masyarakat Trenggalek.

“Banyak calon PMI dari Trenggalek ingin bekerja di Jepang atau Korea Selatan, tetapi terkendala akses dan menunggu bertahun-tahun untuk bisa berangkat. Pada 2024, jumlah PMI Trenggalek sebanyak 1.880 orang, mayoritas bekerja di Taiwan dan Hongkong di sektor informal. Namun, PMI yang bekerja di Jepang sangat sedikit, hanya 15 orang. Ini kesempatan untuk meningkatkan jumlah PMI formal dari Trenggalek,” jelasnya.

Beasiswa dan Pelatihan Kerja dari LPK Solusi Terampil Global

LPK Solusi Terampil Global menyediakan beasiswa pendidikan dan pelatihan selama empat bulan bagi calon pekerja.

Penanggung jawab instruktur LPK, Mr. Yoon Segui, menjelaskan bahwa pelatihan mencakup penguasaan bahasa Jepang dan Korea oleh instruktur native speaker. “Pelatihan ini akan membantu calon pekerja menguasai bahasa dengan lebih cepat,” katanya.

Direktur PT. Intersolusi Indonesia, Ester Tjandra, juga menyampaikan persyaratan untuk bekerja di Jepang, seperti pendidikan minimal SMA, usia 18-35 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta memenuhi kriteria fisik tertentu.

“Bidang pekerjaan meliputi welding, manufaktur, driver, building cleaner, food process, caregiver, dan pertanian. Gaji berkisar Rp20-25 juta per bulan dengan kontrak kerja hingga lima tahun,” jelas Ester.

Sementara itu, untuk bekerja di Korea Selatan, persyaratan mencakup pendidikan minimal SMP, usia 18-37 tahun, serta bebas dari penyakit serius seperti HIV/AIDS atau TBC.

“Bidang pekerjaan meliputi manufaktur, perikanan, dan galangan kapal dengan gaji Rp30-35 juta per bulan. Kontrak kerja berlangsung dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan,” tambahnya.

Dukungan Pembiayaan dari BPR Jwalita

BPR Jwalita turut mendukung program ini melalui produk Kredit PMI. “Kami memiliki dua jenis pembiayaan: Program G to G dengan limit kredit hingga Rp50 juta dan Program P to P hingga Rp100 juta. Jangka waktu pinjaman masing-masing adalah enam bulan dan 12 bulan. Kami siap membantu calon PMI yang kesulitan pembiayaan, tentunya dengan persetujuan dari keluarga sebagai jaminan,” jelas Didik Saguh Wiyoso dari BPR Jwalita.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret Pemkab Trenggalek dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja global. Dengan program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Trenggalek yang dapat mengakses peluang kerja formal di Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.***