Netrawarga.com – Warga Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek melakukan protes terkait jalan rusak.
Aksi protes tersebut diekspresikan oleh warga Desa Wonoanti dengan menanam pohon pisang di jalan rusak.
Penanaman pohon pisang tersebut sontak menjadi perhatian baik bagi pengendara yang melintas maupun intansi terkait.
Berdasarkan penelusuran dari tim redaksi netrawarga.com, terdapat fakta menarik dari jalan rusak di Desa Wonanti.
Banyak Pengendara Terjatuh

Warga setempat mengungkapkan ada belasan pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan rusak tersebut.
Salah satu warga Desa Wonoanti, Imam Z menjelaskan bahwa sudah ada sekitar 17 pengendara yang menjadi korban.
“Kemarin sore juga sudah terjadi kecelakaan sebanyak dua kali. Dalam satu bulan kami perkiraan sampai 17 orang yang jatuh akibat jalan rusak ini,” terang Imam.
Oleh karena itu, warga setempat memilih untuk menanam pohon pisang untuk sebagai tanda jalan rusak dan mencegah pengendara terjatuh.
Tak Tersentuh Sejak 2017

Suyani yang merupakan warga setempat menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah mengalami kerusakan parah sejak tahun 2017.
Berdasarkan keterangannya, pemerintah sudah memberi janji untuk memperbaiki namun hingga kini tidak kunjung diperbaiki.
“Dari pemerintah cuma diukur saja, sudah berkali-kali mengukur, tapi belum ada pembangunannya,” ujar Suyani.
Lebih lanjut, Suyani mengakui sudah ada beberapa penambalan di sejumlah titik namun tidak lama kemudian jalan tersebut kembali berlubang.
Ada 20 Titik Jalan Rusak

Satlantas Polres Trenggalek telah meninjau kondisi jalan yang mengalami kerusakan sepanjang tiga kilometer, mulai dari Wonoanti hingga simpang tiga Nglancor.
Berdasarkan tinjauan di lapangan, ditemukan sekitar 20 titik jalan yang berlubang dengan kedalaman cukup signifikan, bahkan beberapa di antaranya telah dipenuhi genangan air.
“Kami mendapati setidaknya ada 20 titik jalan yang mengalami kerusakan. Adapun kedalaman lubang yang paling parah sekitar lima sentimeter,” jelas KBO Satlantas Polres Trenggalek, Iptu Winarno.
Melalui hasil tinjauan di lokasi, Petugas Satlantas Polres Trenggalek juga mendapati bahwa jalan tersebut sempat ditambal oleh masyarakat dengan paving dan semen.
Jadi Prioritas PUPR

Berdasarkan data yang dihimpun oleh redaksi netrawarga.com, pihak PUPR Trenggalek telah menyusun rencana pemeliharaan jalan tersebut.
Hal ini lantaran jalan kabupaten yang ada di Desa Wonoanti tersebut termasuk ke dalam skala prioritas dari PUPR.
Kendati demikian, adanya pemangkasan dana menyebabkan pihaknya belum bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti hal tersebut, PUPR akan melakukan pemeliharaan dengan metode tembel atau tambal jalan rusak untuk memastikan akses tetap bisa digunakan dengan lebih aman.***











