Netrawarga.com – Upaya meramaikan kembali Pasar Pon Trenggalek terus dilakukan melalui berbagai inovasi.
Salah satunya adalah kebijakan penurunan retribusi kios hingga 75 persen untuk meringankan beban pedagang dan menarik minat mereka agar kembali berjualan.
Rincian Potongan Retribusi Kios

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, menyebut bahwa kebijakan ini diambil untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Pon.
“Tarif retribusi pasar kini sudah turun antara 60 hingga 75 persen dari harga awal. Misalnya, tarif kios yang sebelumnya Rp12,5 juta per tahun kini hanya Rp3,125 juta. Sementara untuk los, tarifnya turun menjadi Rp500 ribu hingga Rp720 ribu per tahun,” jelasnya.
Meski tarif retribusi telah dipangkas, Saniran mengakui bahwa kondisi ekonomi nasional masih menjadi tantangan utama bagi para pedagang.
Ia menilai bahwa bukan besaran retribusi yang menjadi kendala utama, melainkan daya beli masyarakat yang masih lemah.
“Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama berusaha dan berdoa. Jangan hanya menunggu kesempatan, tapi ciptakan peluang,” tegasnya.
Upaya Ramaikan Pasar Pon

Sebagai strategi tambahan, Diskomidag Trenggalek berencana menggelar event besar seperti Pasar Tumpah Ramadhan.
Event ini diharapkan menjadi magnet bagi pengunjung dengan melibatkan pelaku UMKM dan pedagang lokal.
“Ini adalah upaya kami untuk menciptakan ruang interaksi dan transaksi yang lebih hidup,” tambah Saniran.
Selain event, Diskomidag juga memanfaatkan ruang-ruang kosong di Pasar Pon untuk mengakomodasi pedagang baru maupun yang ingin kembali berjualan.
Dari 72 kios yang sempat tutup, beberapa sudah menunjukkan minat untuk kembali beroperasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ruang yang masih tersedia. Kami akan memfasilitasi mereka asalkan ada keseriusan,” tandasnya.***











