Warga Berharap Pembangunan Jembatan Gembes Lekas Rampung

Kondisi Jembatan Gemes yang diharapkan warga lekas rampung proses pembangunannya.

NETRA WARGA | Trenggalek- Warga Dusun Gembes, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, sangat menantikan selesainya pembangunan Jembatan Gembes.

Pasalnya, jembatan tersebut telah menjadi akses vital dalam aktivitas sehari-hari.Warga Dusun Gembes, Salim menyatakan bahwa jembatan ini adalah satu-satunya akses yang dapat dilalui mobil. “

Ada jalan alternatif lain, tetapi sempit dan sulit dilalui saat musim hujan karena belum diaspal,” ujar Salim, Jumat (8/11/2024).

Salim menambahkan bahwa desain jembatan baru ini dibuat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Hal ini bertujuan agar air tidak mudah meluap ke pemukiman warga saat hujan deras.

“Meski rumah saya lebih rendah dibanding jembatan, yang penting tidak gampang banjir,” katanya.

Menurut Salim, desain jembatan yang tanpa pilar tengah juga merupakan keputusan tepat.

Pilar pada jembatan lama seringkali menjadi tempat sampah tersangkut, yang akhirnya menyebabkan luapan air ke sekitar jembatan.

“Harapannya segera selesai, supaya bisa cepat dipakai warga,” tambahnya.

Tim Teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Trenggalek, Slamet Susanto menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gembes sudah mencapai 94 persen dan ditargetkan selesai pada 28 November mendatang.

“Jembatan ini memang sangat vital dan menjadi program prioritas, karena menghubungkan Kecamatan Munjungan dengan Kecamatan Dongko melalui Desa Pandean,” ujar Slamet.

Perbaikan jembatan ini diperlukan karena abutmen lama sudah tergerus oleh derasnya arus sungai, sementara lebar jembatan lama yang hanya 2,5 meter dinilai kurang aman dan tidak memiliki pengaman yang memadai.

Jembatan lama hanya bisa dilalui kendaraan kecil seperti pick-up, sedangkan truk tidak bisa melintas.

Untuk meningkatkan keamanan dan akses, jembatan yang baru dibangun dengan lebar 4,4 meter dan panjang 12 meter, dari yang sebelumnya hanya 8 meter.

Jenis jembatan ini adalah jembatan komposit yang lebih kokoh, dengan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). (kho)