Indonesia Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi Demi Kesejahteraan Ekonomi 2036

Indonesia Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi Demi Kesejahteraan Ekonomi
Indonesia Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi Demi Kesejahteraan Ekonomi

Netrawarga.com – Jatuh bangun ekonomi Indonesia dalam perjalanan menuju negara berpenghasilan tinggi mencerminkan perjuangan panjang yang penuh tantangan.

Pada 1967, Indonesia termasuk negara termiskin di dunia dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita hanya sebesar 53,3 dolar AS, menjadikannya negara termiskin di Asia dan peringkat ketiga termiskin secara global.

Berdasarkan data Bank Dunia, lima negara dengan PDB per kapita terendah saat itu adalah Rwanda dengan 46,6 dolar, Mali 48,3 dolar, Indonesia 53,3 dolar, Burundi 54,8 dolar, dan Lesotho 61,6 dolar.

Sementara itu, beberapa negara lain memiliki PDB per kapita yang jauh lebih tinggi, seperti India dengan 96 dolar, Filipina 127 dolar, Afrika Selatan 675 dolar, Venezuela 892 dolar, dan Spanyol 968 dolar.

Melesatnya Ekonomi Indonesia dan Hantaman Krismon

Nilai Tukar Rupiah

Memasuki era 1990-an, ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perkembangan pesat dalam menuju negara berpenghasilan tinggi.

Dalam kurun 1990 hingga 1996, PDB per kapita Indonesia meningkat hampir 100 persen.

Pada 1990, PDB per kapita mencapai 771 dolar, lalu terus meningkat menjadi 848 dolar pada 1991, 908 dolar pada 1992, 1.013 dolar pada 1993, 1.116 dolar pada 1994, 1.254 dolar pada 1995, hingga akhirnya mencapai 1.394 dolar pada 1996.

Namun, kejayaan ini tak berlangsung lama. Krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 menyebabkan ekonomi terpuruk.

PDB per kapita turun drastis menjadi 572 dolar pada 1998, setara dengan kondisi ekonomi tahun 1980.

Krisis ini juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi terkoreksi hingga minus 13,1 persen, membawa Indonesia mundur hingga 18 tahun ke belakang dalam hal pencapaian ekonomi.

Bangkit Pasca Krismon

Setelah krisis moneter, Indonesia mulai bangkit secara perlahan. Pada 1999, PDB per kapita naik 45 persen dari 572 dolar menjadi 830 dolar.

Pemulihan ekonomi terus berlanjut dengan tren positif meskipun sempat mengalami penurunan di beberapa tahun tertentu.

Pada 2000, PDB per kapita berada di angka 870 dolar, sedikit menurun pada 2001 menjadi 834 dolar, lalu kembali meningkat menjadi 1.003 dolar pada 2002, 1.187 dolar pada 2003, 1.281 dolar pada 2004, dan akhirnya mencapai 1.404 dolar pada 2005.

Butuh waktu sekitar enam tahun bagi Indonesia untuk kembali ke tingkat ekonomi sebelum krisis moneter.

Catatan Pertumbuhan Tertinggi

Mata Uang Rupiah

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka tertinggi pasca krisis moneter pada 2010 dengan persentase mencapai 6,4 persen.

Peningkatan ini membuat total PDB melonjak dari 577.539 juta dolar menjadi 755.256 juta dolar.

Sejak 2006, tren pertumbuhan ekonomi menunjukkan stabilitas dengan peningkatan sebesar 5,5 persen pada 2006, 6,3 persen pada 2007, 6,9 persen pada 2008, 4,7 persen pada 2009, dan puncaknya di 6,4 persen pada 2010.

Ekonomi Indonesia Kembali Terjun Bebas

Sayangnya, pada periode 2013 hingga 2015, ekonomi Indonesia kembali mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah dan berbagai faktor global lainnya.

PDB per kapita mengalami penurunan berturut-turut, dari 3.745 dolar pada 2012 menjadi 3.684 dolar pada 2013, kemudian turun lagi menjadi 3.534 dolar pada 2014, hingga akhirnya mencapai 3.368 dolar pada 2015.

Naik Kelas Upper Middle Income

Namun, dalam kurun 2016 hingga 2019, Indonesia kembali menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup kuat.

Pada 2019, PDB per kapita mencapai 4.135 dolar, sementara Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita mencapai 4.046 dolar.

Capaian ini membuat Indonesia resmi naik kelas dari negara berpenghasilan menengah ke bawah menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas berdasarkan klasifikasi Bank Dunia.

IMF memperkirakan PDB per kapita Indonesia pada 2023 mencapai 5.016 dolar, menempatkan Indonesia di peringkat 112 dunia.

Jika dibandingkan dengan 1967, PDB per kapita Indonesia telah melonjak lebih dari 87 kali lipat atau naik sekitar 8.700 persen.

Sementara itu, total PDB Indonesia mencapai 1.391.778 juta dolar, menempatkannya di peringkat ke-16 dunia, satu tingkat di atas Belanda dan satu tingkat di bawah Spanyol.

Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi

Pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk membawa Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2036.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, proyeksi PDB per kapita Indonesia pada 2036 diperkirakan mencapai 12.200 dolar AS atau sekitar Rp171,3 juta dengan asumsi kondisi ekonomi tetap stabil.

Perjalanan panjang Indonesia dari negara termiskin di Asia hingga naik kelas menjadi negara menengah ke atas merupakan pencapaian luar biasa.

Namun, untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat guna menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat pertumbuhan dalam berbagai sektor.***